Mengunjungi Makam Pejuang Bangsawan Gowa Melawan VOC Di Ngantang Malang

Gerbang Astana menuju Makam Karaeng Galesong Ngantang , Malang ( Foto Pribadi).
Tidak hanya memiliki keindahan alam sebagai tempat wisata, Malang juga mempunyai tempat - tempat bersejarah bagi masyarakat jawa maupun Indonesia. Daerah Malang sendiri merupakan daerah yang sering diperebutkan oleh berbagai kerajaan - kerajaan besar di indonesia pada masa lalu. berbagai kerajaan tersebut antara lain Kerajaan Kediri, Kerajaan Singgosari, Kerajaan Majapahit , hingga kerajaan Mataram. Selain sebagai daerah kekuasaan Malang sendiri sering dipilih sebagai daerah perjuangan dalam melawan musuh. Dengan kontur yang berbukit dan bergunung malang cocok sebagai tempat persembunyian maupun perlawanan.

Lalu siapakah Karaeng Galesong sehingga makamnya bisa berada di daerah Ngantang. Daerah yang berada di pegunungan ini dan dekat dengan wilayah Gunung Kelud ini. Menurut sejarah Karaeng Galesong adalah salah satu putra dari Sultan Hasanudin dari Kerajaan Gowa. Akibat perang dengan VOC yang ingin menguasai Kerajaan Gowa Sultah Hasanudin menandatangani Perjanjian Bongaya. Sebagian dari bangsawan dan rakyat Kerajaan Gowa yang melawan Voc akhirnya berlayar menuju pulau Jawa. Di pulau jawa sendiri sedang terjadi pemberontakan Trunojoyo (madura). Karaeng Galesong yang mendarat di daerah Bangil, Pasuruan akhirnya mendukung pemberontakan Trunojoyo. Atas dukungan itu Trunojoyo mengambil Karaeng Galesong sebagai menantu Trunojoyo.






Pemberontakan Trunojoyo ini berhasil menguasai keraton mataram hingga mengakibatkan raja saat itu Amangkurat I mengungsi ke arah Tegal. Dalam perjalanan tersebut Amangkurat I meninggal. Kemudian penerus tahta dari Kerajaan Mataram meminta bantuan VOC untuk memadamkan pemberontakan Trunojoyo. Dengan bantuan pasukan dan senjata dari VOC gabungan pasukan ini dapat memukul mundur pasukan Trunojoyo dan Karaeng Galesong ke arah kediri.

Makam Karaeng Galesong yang berada di Desa Selorejo, Ngantang , Malang (foto : http://chengxplore.blogspot)

VOC akhirnya mengepung pasukan hingga berpindah ke arah Blitar, dengan sisa sisa pasukan akhirnya Trunojoyo memindahkan tempat perjuangan ke arah Batu. Daerah ini dahulu sangat susah dijangkau serta medan geografisnya yang sulit menjadikan tempat yang cocok bagi taktik gerilya. Untuk membujuk pasukan Karaeng Galesong akhirnya VOC mengutus Raja Bone  Aru Palaka
menemui pasukan ini. VOC menawarkan pasukan Karaeng akan dibebaskan dan akan dipulangkan ke makassar. atas tawaran ini banyak pasukan yang mundur dari peperangan. Trunojoyo yang takut pasukan semakin mengecil akhirnya mengasingkan Karaeng Galesong ke arah Ngantang. Disinilah Karaeng Galesong meninggal akibat sakit. Makam Karaeng Galesong ini di makamkan di Desa Selorejo. Makam ini dekat dengan obyek wisata waduk Selorejo. Warga sekitar mengenal makam ini sebagai makam Mbah Rojo.



Sisa sisa pasukan dari Karaeng Galesong akhirnya menetap di Ngantang dan sekitarnya. Masyarakat ini berbaur dengan masyarakat lokal di Malang raya. Diperkirakan ribuan keturunan dari pasukan ini menetap di Malang. Hal ini memperkaya masyarakat Malang yang majemuk dan beragam dari berbagai suku di Indonesia.


Visit Wisata Malang Raya




Artikel Wisata Lainnya

Mata Air Sumber Pitu (Tujuh Sumber) , Pujon , Malang Yang Tidak Pernah Kering 

Banyu Ajlok Salah Satu Surga Pantai di Malang Selatan 

Komentar

Postingan Populer