Kampung Jagalan Malang Ikut Serta Dalam Program Bank Sampah

Semakin hari dengan pertumbuhan penduduk juga diimbangi dengan pertumbuhan konsumsi barang dan jasa. Hasil dari konsumsi barang ini salah satunya menghasilkan masalah baru yaitu sampah baik organik maupun sampah anorganik. Saat ini solusi permasalahan sampah hanya berupa pengumpulan, pengangkutan kemudian buang di tempat pembuangan sampah. Sayangnya solusi ini tidak ceukup untuk mengatasi permasalahan sampah. Di kota besar seperti Jakarta, Bandung , dan Surabaya polusi sampat sering terjadi akibat dari produksi sampah yang tidak terangkut. Bahkan di Kota Bandung terjadinya bencana longsoran gunung sampah yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)  Leuwigajah , Cimahi, Jawa Barat sehingga mengakibatakn gunungan sampah tidak terangkut di Kota Bandung. Masalah ini juga menimpa Jakarta yang sering terjadi konflik dengan daerah Kabupaten Bekasi yang memiliki TPA Bantar Gebang.



Tumpukan Sampah di Depan Pertigaan ITB , Jl. Tamansari , Bandung (Sumber)

Tumpukan Sampah di Depan Pintu Air Manggarai (Sumber)

Untuk itu diperlukan pengurangan sampah yang dihasilkan oleh penduduk kota. Oleh karena itu diperlukan edukasi terhadap masyarakat tentang 3R (Reduce, Recycle, dan Reuse) atau pengurangan sampah, penggunaan kembali sampah yang dihasilkan dan pendaur ulang sampah. Sayangnya 3R ini menghadapi masalah akibat kurangnya kesadaran massyarakat untuk memilah sampah. Untuk itu salah satu solusi yang ditawarkan yaitu pembentukan Bank Sampah. Pembangunan Bank Sampah ini penting untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya peran serta masyarakat dalam pengolahan sampah dan mengurangi produksi sampah. Selain itu samaph yang sudah dipisahkan ini memiliki nilai ekonomis yang bila dikembangkan akan menambah penghasilan masyarakat. Sehingga pengelolaan sampah yang bersifat lingkungan menjadi budaya masyarakat indonesia.

Untuk itu  salah satu peran aktif warga jagalan , kota malang yaitu ikut serta dalam pendirian Bank Sampah ini. Bank Sampah warga jagalan Malang sendiri merupakan salah satu anak cabang Bank Sampah Malang yang telah berdiri sejak tanggal 15 November dan diresmikan oleh menteri Lingkungan Hidup Kambuaya. Tujuan pendirian ini untuk mengurangi produksi sampah di kota malang, mendidik budaya cinta lingkungan, memberdayakan masyarakat dalam pengolahan sampah dan mendapatkan nilai ekonomis dalam pengolahan sampah. Salah satu produk yang diluncurkan yaitu tabungan sampah. Dengan tabungan sampah diharapkan warga antusias dalam program bank sampah. Jenis tabungan ini disesuaikan dengan keinginan masyarakat seperti Tabungan Lebaran, Tabungan Sekolah, Tabungan Sembako, Tabungan Lingkungan , dan Tabungan Sosial. Dengan Motto  Bank Sampah Malang (BSM) : "Pinjam Uang Nyicil Sampah" "Beli Sembako Bayar Samaph".

Bank Sampah warga Jagalan, Malang sendiri dinamai dengan Bank Sampah "Sejahtera" dan didirikan pada tanggal 16 Februari 2012. Bank sampah ini dikelola oleh Ibu ZURIAH WINDARI dan Ibu Chonifah. Dengan cangkupan wilayah disekitar RW 10 dengan penabung sebesar 51 orang dan menghasilkan omzet 112.000 per bulan. Produk sampah yang dihasilkan antara lain kertas, botol, dan plastik.

Komentar

Postingan Populer